Profil Sejarah Desa Wollangi: Jejak Kepemimpinan dan Perkembangan
Latar Belakang Sejarah Desa Wollangi
Desa Wollangi memiliki akar sejarah yang menjalar ke masa lalu yang jauh. Pada tahun 1880, Wollangi adalah bagian dari Kerajaan Bone yang saat itu diperintah oleh Utusan Puatta Mangkau. Pada masa itu, Wollangi diangkat sebagai salah satu tujuan wisata yang sering dikunjungi oleh Mangkau Ribone dan petinggi kerajaan. Gelar Petta Wollangi diberikan kepada daerah ini, menggarisbawahi pentingnya peran dan keindahan Wollangi dalam konteks kerajaan.
Periode Kepemimpinan di Desa Wollangi
Pada tahun 1930-1940, kepemimpinan di Desa Wollangi dipegang oleh seorang tokoh masyarakat bernama Petta Sau. Ia berperan penting dalam mengatur dan memimpin Desa Wollangi pada masa tersebut. Setelah Petta Sau, Masruhi mengambil alih kepemimpinan pada tahun 1940-1950 dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
Namun, perubahan signifikan datang pada tahun 1950 ketika pemerintah pusat mengeluarkan aturan yang mengharuskan adanya keseragaman administrasi di semua daerah. Dalam konteks ini, pemerintahan Wollangi, Bakke, dan Balang’e digabung menjadi satu entitas administratif. A.Paduwain menjadi kepala kampong pertama, diikuti oleh A.Masruhi (1950-1960), dan kemudian secara berturut-turut oleh A.Pakkanna, Amir Kan Mantari, A.Rayon, A.Erwin Terwo, A.Muhammad Said, Zainal AK,SE, Hj.A.Syamsidar Pakkannah, Ahmad Ahmadi. Hingga saat ini, Kepala Desa terpilih untuk periode 2021-2027 adalah Gusnaeni, S.Pd.
Periode Kepemimpinan di Desa Wollangi
Desa Wollangi
Petta Sau
Andi Masruhi
keseragaman administrasi
A. Pakkanna
Pemekaran Wilayah
A. Rayon
A. Muh. Said.
Zainal AK, SE
Berlaku UU/Peraturan Pemilihan Kepala Desa Serentak
Hj. A. Syamsidar Pakkannah.
Ahmad Ahmadi

