Desa Wollangi, yang terletak di kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, menyelenggarakan lomba pacuan kuda yang sangat diminati oleh masyarakat setempat. Meskipun belum ada arena khusus untuk pacuan kuda di Bone, namun warga Desa Wollangi berhasil mengubah sawah kosong menjadi arena dadakan yang panjangnya sekitar 1 kilometer. Lomba pacuan kuda ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 29-30 Januari 2022, dan menarik perhatian banyak penonton dari berbagai tempat.
Persiapan Lomba Pacuan Kuda
- Berkumpul di Pinggir Sawah
- Warga Desa Wollangi berkumpul di pinggir sawah yang telah disulap menjadi arena pacuan kuda.
- Lokasi lomba menghubungkan Desa Padangloang di Kecamatan Cina dan Desa Wollangi di Kecamatan Barebbo.
- Antusiasme Penonton
- Meskipun cuaca sangat panas, penonton tetap antusias menyaksikan lomba pacuan kuda.
- Mereka mencari tempat berteduh di bale-bale sawah atau di pematang sawah yang dilindungi oleh pohon rindang.
Tenda dan Pembatas Arena
- Tenda Biru untuk Panitia dan Juri
- Di garis pinis, terlihat tenda biru yang digunakan oleh panitia dan juri untuk menilai peserta dalam lomba balap kuda.
- Bendera Merah Putih sebagai Pembatas
- Di kedua sisi arena, bendera merah putih dikibarkan sebagai instrumen pembatas.
Tantangan Cuaca di Bumi Arung Palakka
- Cuaca yang Tidak Menentu
- Cuaca di Bumi Arung Palakka, termasuk wilayah Bone, tidak menentu.
- Kadang-kadang hujan turun selama satu hari, namun kemudian dilanjutkan dengan tiga hari kemarau.
- Debit Air yang Tidak Cukup
- Meskipun ada mata air seperti Mata Air Bubung Mannagae yang dapat digunakan untuk mengairi sebagian sawah, namun debit airnya surut dan tidak mencukupi untuk mengairi seluruh area sawah.
Lomba Pacuan Kuda Dimulai
- Penampilan Kuda dan Joki
- Dari jauh, terlihat dua kuda, satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna merah, diiringi oleh joki yang berjalan santai menuju garis pinis.
- Persiapan Kuda dan Joki
- Joki mencoba menenangkan kuda-kuda yang mulai gelisah.
- Start Lomba
- Setelah tiga menit berjalan, kedua kuda mulai berlari dengan kencang seiring dengan aba-aba yang diberikan oleh wasit.
- Kecepatan dan Antusiasme Penonton
- Pengendara kuda menghentakkan kaki mereka untuk memberikan kecepatan yang lebih tinggi.
- Dalam waktu kurang dari dua menit, kedua kuda telah mencapai ujung arena yang memiliki panjang sekitar 1 kilometer.
- Penonton yang menyaksikan lomba ini merasa sangat antusias dan berteriak sorak-sorai dengan suara “Larikooooo La boloooong…!!!!” yang bergema di sepanjang pinggir arena.
Penutupan Lomba dan Hadiah
- Durasi Lomba
- Lomba pacuan kuda di Desa Wollangi berlangsung selama dua hari penuh.
- Pemberian Hadiah
- Di akhir lomba, panitia memberikan hadiah kepada para pemenang.
- Hadiah yang disediakan berupa kompor gas hingga kipas angin.
Meskipun belum ada arena khusus untuk pacuan kuda di Bone, antusiasme masyarakat terhadap lomba pacuan kuda di Desa Wollangi sangat tinggi. Lomba ini menjadi ajang untuk menghibur dan menyatukan masyarakat dalam semangat kompetisi dan kegiatan
